Company Visit HMJ-SI ke TVRI Sulawesi Selatan

"Pelajari Langsung Proses Produksi dan Teknologi Siaran"

Makassar – Sebagai bentuk implementasi pembelajaran di luar kelas serta upaya mengenalkan mahasiswa pada dunia kerja nyata, Himpunan Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi UIN Alauddin Makassar melalui program kerja Divisi Keilmuan menggelar Company Visit ke LPP TVRI Sulawesi Selatan pada Selasa, 28 Mei 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Menjelajahi Implementasi Sistem Informasi di Industri Sebagai Kesiapan Karier”, dengan tujuan utama membuka wawasan mahasiswa terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam proses penyiaran.

Setibanya di lokasi, para peserta disambut langsung oleh tim dari TVRI dan diajak untuk menjelajahi berbagai ruang vital dalam proses siaran. Kunjungan dimulai dari Studio 1, yang menjadi pusat produksi program berita dan berbagai tayangan informatif lainnya. Suasana studio terasa sangat profesional, dipenuhi peralatan canggih seperti kamera siaran beresolusi tinggi, teleprompter, sistem pencahayaan yang terintegrasi, dan perangkat audio visual modern. Para mahasiswa mendapatkan penjelasan tentang bagaimana setiap tayangan diproduksi, mulai dari pengambilan gambar, proses pembacaan naskah berita, hingga proses editing dasar. Menariknya, di dalam Studio 1 juga terdapat ruang khusus untuk produksi podcast, yang menandakan bahwa TVRI turut mengikuti perkembangan media digital sebagai bagian dari transformasi penyiaran.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju ruang kontrol, yang menjadi pusat kendali dari seluruh aktivitas siaran. Di ruangan ini, mahasiswa melihat langsung bagaimana operator mengatur perpindahan kamera, memonitor audio dan visual, serta mengelola konten yang sedang tayang. Ruangan ini dipenuhi oleh berbagai panel kontrol, monitor besar, dan sistem otomatisasi siaran berbasis komputer. Mahasiswa juga diperkenalkan pada bagaimana sistem informasi berperan dalam menjamin kelancaran produksi dan distribusi tayangan dengan presisi waktu yang sangat ketat.

Setelah itu, rombongan diarahkan menuju ruang transmisi, yakni tempat di mana seluruh siaran yang telah diproduksi dikirimkan ke jaringan penyiaran publik melalui sistem transmisi analog dan digital. Ruangan ini memiliki suasana yang lebih tenang namun sangat vital, dengan deretan perangkat transmisi, server backup, dan sistem monitoring jaringan yang bekerja secara real-time. Tim teknis menjelaskan bahwa transmisi yang stabil merupakan hasil dari sistem informasi yang terintegrasi secara menyeluruh, mulai dari input produksi hingga output tayangan ke masyarakat.

Menjelang akhir kunjungan, para mahasiswa diajak masuk ke Studio 2 yang memiliki konsep berbeda dari studio sebelumnya. Studio ini dirancang menyerupai ruang pertunjukan interaktif, dengan tata letak tempat duduk penonton dan panggung yang lebih terbuka. Studio ini biasa digunakan untuk program hiburan atau talkshow yang melibatkan interaksi langsung antara host dan audiens. Dari segi perlengkapan, studio ini juga dilengkapi dengan perangkat siaran profesional, namun dengan penataan yang lebih dinamis dan fleksibel.

Seluruh rangkaian kegiatan memberikan pengalaman baru bagi para peserta, sekaligus membuka cakrawala berpikir mengenai luasnya penerapan sistem informasi dalam dunia industri, khususnya penyiaran. Mahasiswa diajak melihat secara langsung bagaimana peran teknologi dalam mendukung kerja-kerja kreatif, koordinatif, dan teknis secara menyeluruh di dunia televisi. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk lebih siap menghadapi tantangan karier di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *